Headlines News :
Home » » Cerita Sandal Jepit Yang Terhormat

Cerita Sandal Jepit Yang Terhormat

Written By Gressnet Hotspot on Sunday, February 12, 2012 | Sunday, February 12, 2012

 sandaljepit
Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota, nampak di etalase sebuah SEPATU dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.
Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang SANDAL JEPIT tidak jauh dari letak sang sepatu.
"Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik", sergah sang sepatu dengan nada congkak.
Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.
"Apa menariknya menjadi sandal jepit..??, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu", ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

 
Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata

"Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya". Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.

"Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu..???. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamuskehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya", Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.

"Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman." Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.

"Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang", jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.

Sandal jepit tersenyum dengan bijak, "Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya"

Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu

"Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu"

Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan.... "Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku..... "SANDAL JEPITyang TERHORMAT"
Share this article :

4 comments:

  1. Sungguh pelajaran yang banyak dari sandal jepit sahabat....
    Tersentuh saya. karena saya tidak terpikirkan seperti yang telah sandal jepit kemukakan...
    memang dalam hal ini pun, Agama kita tidak mengajarkan kebaikana dari hanya segi penampilan, tetapi yang dinilai adalah Takwanya...

    Terima kasih sahabat telah berbagi inspirasinya.
    Follow sini 60 sahabat agar lebih banyak ilmu yang didapatkan

    ReplyDelete
  2. Pena hadir dan absen pagi sobat...
    Malunya tuh sepatu yang sombong...
    bagus sob pencerahannya melalui sandalnya ini

    ReplyDelete
  3. @Blog Keperawatan : Iya semoga menjadi bahan Renungan untuk kita ehehe
    Makasih Udah berkunjung saya siap ke T-K-P buat follow Back!
    @Kompilasi Pena : Cerminan buat kita, walaupun kita Punya tahta,Harta dan jabatan tapi kita harus tetap Rendah Hati, dan berbagi sama yang membutuhkan karena prilaku angkuh dan sombong dapat mencelakakan kita eheheh

    ReplyDelete
  4. Si Akang ieu mah tara daekeun komen kanu Teteh mah,angot ayeuna mah sibuk,happy blogging.

    ReplyDelete

Kutunggu Komentarmu Sampai Tangan Ku melepuh untuk menjawab komentar Agan-Agan eheheh

 
Support : Creating Website | Johny Template
Copyright © 2014. Gress Internet Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
powered by Gressnet Hotspot